Ramah Lingkungan itu mudah, dan dimulai dari tindakan-tindakan kecil dalam kehidupan kita sehari-hari. Beberapa tips Perilaku Ramah Lingkungan yang sudah diimplementasikan di lingkungan kantor Sribangun adalah :
Pemakaian Kertas:
Selalu menggunakan kertas di kedua sisi (double sides printing)
Untuk mereview presentasi Power Point atau PDF, gunakan soft copy / electronic copy. Apabila diperlukan hard copy, gunakan pilihan Print Handouts di Power Point (2 slides per page) atau gunakan opsi Page Scalling: Multiple pages per sheet di Adobe PDF.
Menggunakan email dan soft copy jika memungkinkan, daripada menggunakan mesin fax atau tulisan tangan (hard copy).
Menggunakan kembali amplop bekas
Recycle kertas bekas pakai
Pemakaian Listrik dan Bahan Bakar:
Mematikan lampu ruang meeting apabila tidak dipakai, mematikan komputer serta alat elektronik lainnya apabila tidak dipergunakan. Aktifkan fungsi Hibernate atau Sleep di notebook anda untuk menghemat pemakaian daya listrik.
Mengganti Desktop PC dengan Laptop (notebook). Dengan harga notebook yang semakin kompetitif terhadap desktop, laptop (notebook) menjadi alternatif yang menarik. Rata-rata notebook menkonsumsi daya listrik sekitar 25 - 30% dari daya yang diserap Desktop.
Bersihkan AC (Air Condition) secara rutin, AC yang bersih akan lebih effisien dalam bekerja dan lebih menghemat daya listrik
Menggunakan lampu hemat daya listrik untuk mengganti lampu pijar
Perhatikan alat-alat kantor yang sudah berumur, biasanya alat-alat yang sudah berumur dibuat dengan teknologi lama yang belum efisien dalam memakai daya listrik atau bahan bakar, ganti dengan yang lebih hemat daya listrik / bahan bakar bila memungkinkan (misal AC, Komputer, Kulkas, kendaraan, printer laser dll)
Lebih efisien dalam melakukan perjalanan, apabila memungkinkan gunakan fasilitas telpon, email atau video conference untuk meminimalkan perjalanan fisik. Hemat BBM dan mengurangi emisi CO2.
Kualitas Udara Kantor:
Memakai tanaman yang efektif dalam mengurangi CO2 di dalam kantor, misal Sanseviera (Lidah Naga atau Lidah Mertua), tanaman ini dikenal efektif untuk menyerap substansi beracun seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.